Tugas perhitungan dosis anak

 ARTIKEL PERHITUNGAN DOSIS OBAT ANAK


Kelompok 17

Marcellino Yode Irawan (2148201101) 

Sherly Alensia Prianggie (2148201080)

Vivin Yulian Putri (2148201099)


Mata Kuliah : Matematika Farmasi

Dosen Pengampu :

Deny Sutrisno, M.Pd

















Abstrak

Obat sering digunakan oleh masyarakat untuk kehidupan sehari-hari, termasuk oleh anak-anak. Ada berbagai alasan untuk formulasi obat menjadi bentuk sediaan yang sesuai, contohnya untuk pengukuran dosis yang akurat. Review artikel ini bertujuan mengetahui masalah dalam formulasi bentuk dosis untuk anak-anak dan penelitian yang mengembangkan bentuk sediaan sesuai dosis untuk anak-anak. Metode yang dilakukan adalah dengan review jurnal dari tahun 1994 sampai tahun 2019. Diperlukan bentuk sediaan yang sesuai dengan kondisi dan usia anak-anak. Rasa yang tidak enak menjadi masalah dalam formulasi dan hambatan dalam terapi. Tablet dispersible, bubuk butiran, pellet, atau taburan rekonstitusi sering digunakan pada bayi tetapi rasanya perlu ditutupi dan pemberian tanpa air tidak cocok untuk semua umur. Beberapa penelitian melakukan pengembangan formulasi yang dapat diterima untuk anak-anak seperti tablet disintegrasi cepat cetirizine gydrochloride, fast-dissolving tablet untuk pengobatan antiretroviral, tablet pelarut susu dan tablet hisap paracetamol, suspensi oral deksametason, hidroklorotiazid, spironolakton, dan fenitoin, tablet orodispersible, dan sirup ranitidine hidroklorida dari tablet ranitidine hidroklorida. Dengan demikian masalah bentuk dosis anak-anak dan penelitian pengembangan bentuk dosis anak-anak dapat diberi solusi.


Pendahuluan

Klien yang mengalami gangguan kesehatan akut maupun kronis menyembuhkan dan mempertahankan kesehatan mereka dengan berbagai strategi. Obat adalah substansi yang digunakan dalam diagnosis, pengobatan, penyembuhan, perbaikan, maupun pencegahan terhadap gangguan kesehatan. Obat merupakan terapi primer yang berhubungan dengan penyembuhan penyakit.

Obat dapat didefinisikan sebagai suatu zat yang dimaksudkan untuk dipakai dalam diagnosis, mengurangi rasa sakit, mengobati atau mencegah penyakit pada manusia, hewan dan tumbuhan. Obat adalah unsur bahan aktif secara fisiologis, zat kimia, atau racun. Menurut Permenkes RI No.242/1990, obat adalah bahan atau panduan bahan yang digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosa, pencegahan penyakit, penyembuhan penyakit, pemulihan, dan peningkatan kesehatan termasuk kontrasepsi dan sediaan biologis.

Obat adalah unsur bahan aktif secara fisiologis, zat kimia, atau racun, sedangkan menurut Permenkes No.193/Kab/B-VII/71, obat adalah bahan/paduan bahan yang digunakan dalam menetapkan :

Diagnosis

Contoh: cairan kontras (BaSO4)

Mencegah

Contoh: vaksin, pil KB.

Menghilangkan penyakit/ gejala, luka/kelainan Contoh: obat-obat simptomatis, contoh: parasetamol.

Memperindah/memperelok tubuh Contoh: obat jerawat, pemutih


Dalam pemberian obat – obatan ada enam hal yang harus kita perhatikan, dikenal dengan istilah prinsip 6 bener pemberian obat yaitu benar pasien, benar obat, benar dosis, benar cara/rute, benar waktu dan benar dokumentasi. 6 prinsip ini harus diperhatikan betul saat memberikan obat kepada pasien baik untuk dewasa dan terlebih lagi untuk bayi dan anak – anak.

Ketepatan dosis dalam pemberian obat sangatlah penting untuk kesembuhan pasien. Dibandingkan dengan orang dewasa, anak-anak dan bayi mempunyai fungsi fisiologis yang tidak selengkap kerja organ pada orang dewasa. Hal ini disebabkan karena organ-organ tubuh anak (hepar, ginjal dan susunan syaraf pusat) masih sangat labil dan belum berfungsi secara sempurna, sehingga penentuan dosisnya harus benar-benar disesuaikan dengan kondisi bayi dan anak tersebut. Guna mendapatkan efek obat yang diharapkan karena apabila tidak dihitung dengan benar bisa saja dosis obatnya kekurangan sehingga menyebabkan efek obat yang dihasilkan tidak maksimal. dan apabila kelebihan dosis tentu lebih parah lagi dapat menyebabkan over dosis, yang berakibat sangat fatal. Penting kiranya untuk dapat menghitung dosis obat pada bayi dan anak – anak dengan tepat. Namun dalam prakteknya tidak jarang seorang tenaga kesehatan menemui kendala dalam menghitung dosis obat terutama dosis untuk bayi dan anak – anak.

 

Cara Menghitung Dosis Obat Anak

1. Menghitung dosis pemberian obat untuk bayi menggunakan rumus Fried

Rumus ini sering dipakai untuk bayi yang masih berumur dalam hitungan bulan. untuk rumus dan cara menghitung nya silahkan perhatikan dibawah ini :

2. Menghitung dosis pemberian obat untuk bayi dan anak – anak berdasarkan rumus Dilling 

Rumus ini biasanya digunakan untuk anak – anak yang berumur 8 tahun keatas

Keterangan :

Da : Dosis anak

     n: Umur anak dalam tahun

     Dd : Dosis dewasa  


3. Menghitung dosis pemberian obat untuk bayi dan anak – anak berdasarkan rumus young 

Rumus ini sering dipakai untuk anak – anak umur 1 tahun sampai dengan 8 tahun.




4. Menghitung dosis pemberian obat untuk bayi dan anak – anak berdasarkan ketersediaan obat

 


5. Menghitung dosis pemberian obat untuk bayi dan anak – anak berdasarkan berat badan


Untuk rumus yang satu ini sangat mudah diagunakan dengan catatan obat yang akan diberikan tertera dosisnya dalam kemasan. 

         Da = Dosis Obat X Berat Badan


Contoh Soal :

Diketahui dosis terapi untuk obat parasetamol adalah 10 mg/kgBB/kali, maka untuk anak umur 3 tahun dengan berat badan 14 kg, dapat diberikan dosis per kali sebesar 

14 x 10 mg = 140 mg

Dengan demikian anak tersebut bisa diberikan obat sebanyak 140 mg setiap kali pemberian.

Contoh soal sediaan Sirup :

R/ Efedrin HCl 0,2 (DM sekali: 0,05 , DM sehari 0,15 ) 

Syrupus simpleks 10 Ml

m.f.pot 100 mL

S. 2 d.d Cth

Pro: Rico (18 kilogram) 

Analisa resep : dari resep dikatahui untuk membuat sirup sebanyak 100 mL berisi 0,2Efedrin HCl, aturan pakai 2 kali satu sendok teh.

Jawab:

Ingat Rumus menggunakan berat badan

Rumus Thermich

Perhitungan DM sekali pakai :

DM = (18/70)x 0,05 gram = 0,0114 gram untuk sekali pakai

Sekali minum obat 1 sendok = 5 mL

 jumlah efedrin HCL dalam tiap sendok = (5 mL/100mL) x 0,2 gram = 0,01 gram

Sedangkan untuk Persentase DM sekali pakai : 

(0,01 gram/0,0114 gram)x 100% = 87,7%

Perhitungan DM sehari

 (18/70) x 0,15 gram = 0,0386 gram DM efedrin HCL dalam sehari

Sedangkan untuk Persentase DM searah sehari :

             ((2x0,01 gram)/0,0386 gram) x 100% = 51,81%

Anak usia 8 bulan, mengalami demam tinggi, untuk menurunkan panas anak tersebut mendapatkan resep obat paracetamol, berapa dosisi yang diberikan untuk akan tersebut


Jawab:

Dd (dosis dewasa) paracetamol : 500 mg


 


Diketahui dosis terapi untuk obat parasetamol adalah 10 mg/kgBB/kali, maka untuk anak umur 3 tahun dengan berat badan 10 kg, dapat diberikan dosis per kali sebesar :


Jawab:

10 x 10 mg = 100 mg


Jadi, dosi per kali anak tersebut adalah 100 mg






Seorang anak – anak  berumur 10 tahun. demam tinggi selama 1 hari, dan telah diresepkan oleh dokter mendapatkan paracetamol dengan dosis dewasa 500mg, berapakah dosis yang harus diberikan untuk bayi tersebut ?


Jawab:





Jadi, dosis yang diberikan pada bayi tersebut adalah 250 mg


Anak  bernama Marcel berumur 2 tahun dengan berat badan 10 kg. Anda membeli obat parasetamol sirup (Untuk sediaan sirup umumnya tertulis setiap 5 ml mengandung 120 mg Parasetamol)


Jawab:

kita perhatikan adalah berat badan anak .

dosis terendah : 10 (kg BB) x 10 (mg/kg BB) = 100

dosis tertinggi : 10 (kg BB) x 15 (mg/kg BB) = 150

Berarti, anak A membutuhkan parasetamol antara 100-150 mg sekali minum.


Dosis Anak =

 X (kebutuhan parasetamol berdasarkan BB) : y (kandungan parasetamol setiap sirup) x B (Jumlah takaran tiap kandungan parasetamol yang tertera pada komposisi dalam mili liter). 


Dosis terendah Anak = (100:120) x 5 = 4.17 

sedangkan dosis tertinggi anak = (150:120) X 5= 6.25 ml. 


Jadi, anak anda dengan BB 10 Kg dapat diberikan 4.17 ml atau 6.25 ml parasetamol dalam sekali pemberian.


Seorang bayi berumur 6 bulan. demam tinggi selama 1 hari, dan telah diresepkan oleh dokter mendapatkan paracetamol dengan dosis dewasa 500mg, berapakah dosis yang harus diberikan untuk bayi tersebut ?


Jawab :

 

Jadi, dosis yang bisa diberikan untuk bayi tersebut adalah 20 mg setiap kali pemberian.


Pasien anak “A” mendapatkan antibiotik ceftriaxone 250 mg inj.via IV, obat yang tersedia dalam 1 vial ceftriaxone berisi 1 gram = 1000 mg yang diuplos aquades 10cc . berapa jumlah yang diberikan?


Jawab:





Jadi, dosis obat yang diberikan adalah 2.5 cc.



Seorang anak – anak  berumur  3 tahun. demam tinggi selama 1 hari, dan telah diresepkan oleh dokter mendapatkan paracetamol dengan dosis dewasa 500mg, berapakah dosis yang harus diberikan untuk bayi tersebut ?


Jawab:   Da=5/(5+12) x 500 mg = 100 mg

Jadi, dosis yang diberikan untuk bayi tersebut adalah 100 mg


Seorang pasien anak usia 3 tahun membutuhkan obat degirol untuk radang tenggorokan. Anak ini memiliki berat badan 12 kg. Berdasarkan berat badannya, berapa dosis obat yang dibutuhkan anak tersebut?


Jawab:

Dd (dosis dewasa) degirol : 0,25 mg per/tablet

MACAM MACAM DOSIS

Ilmu Farmasi : Dosis adalah takaran obat yang menimbulkan efek farmakologi (khasiat) yang tepat dan aman bila dikonsumsi oleh pasien. adapun jenis jenis DOSIS, antara lain dosis lazim, dosis terapi, dosis minimum, dosis maksimum, dosis toksik, dan dosis letal (dosis letal50 dan dosis letal100) :


1. Dosis lazim

Dosis lazim adalah dosis yang diberikan berdasarkan petunjuk umum pengobatan yang biasa digunakan, referensinya bisa berbeda-beda, dan sifatnya tidak mengikat, selagi ukuran dosisnya diantara dosis maksimum dan dosis minimum obat.


2. Dosis terapi

Dosis terapi adalah dosis yang diberikan dalam keadaan biasa dan dapat menyembuhkan pasien.


3. Dosis minimum

Dosis minimum adalah takaran dosis terendah yang masih dapat memberikan efek farmakologis (khasiat) kepada pasien apabila dikonsumsi.


4. Dosis maksimum

Dosis maksimum adalah takaran dosis tertinggi yang masih boleh diberikan kepada pasien dan tidak menimbulkan keracunan.


5. Dosis toksik

Dosis toksik adalah takaran dosis yang apabila diberikan dalam keadaan biasa dapat menimbulkan keracunan pada pasien. (takaran melebihi dosis maksimum)


6. Dosis Letalis

Dosis letalis adalah takaran obat yang apabila diberikan dalam keadaan biasa dapat menimbulkan kematian pada pasien, dosis letal dibagi menjadi 2 :

Dosis letal50 : takaran dosis yang bisa menyebabkan kematian 50% hewan percobaan

Dosis letal100 : takaran dosis yang bisa menyebabkan kematian 100% hewan percobaan


Da (dosis obat) x berat badan

0,25 x 12 = 3 mg per/tablet


Jadi, dosis obat yang dibutuhkan anak tersebut adalah 3 mg per/tablet.


Komentar